Buku Akuntansi Forensik dan Pemeriksaan Kecurangan merupakan panduan komprehensif dan interaktif yang membahas berbagai bentuk kecurangan dalam ranah keuangan maupun non-keuangan, serta metode untuk mendeteksi, mencegah, dan menindaklanjutinya. Buku ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga keahlian praktis yang dapat langsung diterapkan dalam dunia audit, penyidikan, dan tata kelola organisasi.
Kecurangan keuangan mencakup manipulasi laporan keuangan, penggelapan aset, dan penyalahgunaan anggaran, sedangkan kecurangan non-keuangan meliputi penyalahgunaan wewenang, kecurangan identitas, pemalsuan dokumen, hingga pelanggaran etika organisasi. Buku ini menyoroti bagaimana kecurangan dapat muncul di berbagai tingkatan organisasi baik dilakukan oleh karyawan biasa, manajer menengah, hingga jajaran eksekutif dan bagaimana dampaknya dapat sangat merugikan secara ekonomi maupun reputasional.
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah penyajian evolusi teori fraud dari model klasik hingga kontemporer. Selain pendekatan teoritis, buku ini menyajikan berbagai teknik, metode investigatif dan analisis data forensik, termasuk pemanfaatan teknologi modern seperti artificial intelligence (AI), big data analytics, dan blockchain dalam mendeteksi anomali serta mencegah terjadinya fraud. Buku ini juga mengupas proses hukum dalam tindak lanjut kecurangan, baik dalam perspektif pidana maupun perdata, serta peran lembaga seperti KPK, OJK, dan BPK dalam penanganan kasus fraud di Indonesia.
Disusun dalam format yang interaktif, setiap bab dilengkapi dengan video pembelajaran, soal pilihan ganda, isian singkat, dan teka-teki silang yang mendorong pembaca untuk berpikir kritis dan menguji pemahamannya secara aktif. Dengan pendekatan yang aplikatif dan multidisipliner, buku ini sangat relevan untuk mahasiswa, dosen, auditor, penyidik internal, pengacara, dan siapa pun yang berkecimpung di bidang keuangan, kepatuhan, dan tata kelola organisasi.
Akuntansi Forensik dan Pemeriksaan Kecurangan bukan sekadar buku teks, melainkan bekal strategis untuk membentuk generasi profesional yang tangguh, berintegritas, dan mampu menjadi garda terdepan dalam memerangi kecurangan di era digital.